Fun Camp for Obesity Child ( Kenali Budaya Pola Hidup Sehat Hilangkan Gaya Hidup Sedentari Demi Penurunan Prevalensi Obesitas Anak Indonesia )

7 Feb

*Finalis Lomba Esai AKA IKM*

 

Sebut saja namanya Fajri. Bocah lelaki ini memiliki bobot tubuh 105 kg diusianya yang baru menginjak tujuh tahun.  Bayangkan, untuk berdiri saja ia memerlukan dua orang dewasa untuk menopang tubuhnya. Tidakkah ini yang dialami oleh setiap anak penderita obesitas? Orang tuanya mengaku bahwa saat lahir, berat badan Fajri terbilang normal, yaitu 3,5 kg. Namun, kebiasaan Fajri mengonsumsi makanan siap saji (fast food), menonton TV lebih dari 5 jam sehari, memainkan game tanpa aktivitas fisik atau dengan kata lain kurangnya penerapan budaya pola hidup sehat inilah yang membuatnya terjebak dalam lingkaran penyakit kronis, yakni obesitas. Penyakit obesitas pada anak menjadi sangat penting karena saat ini, obesitas menempati urutan ke-5 penyebab utama kematian anak di dunia. Data yang dikeluarkan World Health Organization, pada 2004, obesitas menyebabkan 10,3 % dari angka kematian dunia. Kenapa anak? Karena berdasarkan hasil riset Himpunan Studi Obesitas Indonesia, 70 % penderita obesitas adalah anak-anak yang akan berlanjut pada usia dewasa dengan risiko berbagai macam penyakit, meliputi penyakit-penyakit jantung dan pembuluh darah termasuk hipertensi, perlemakan hati sampai terjadinya sirosis hati, penyakit-penyakit pernapasan, penyakit kulit (jamuran pada lipatan-lipatan), penyakit ortopedik/tulang (tergelincirnya pangkal tulang tungkai maupun lutut), gangguan psikososial (depresi, gangguan perilaku makan, isolasi sosial), gangguan metabolik dan endokrin (resisten insulin, diabetes tipe 2, menstruasi tak teratur), dan sebagainya.. Tentu masalah obesitas yang telah memasuki tahap epidemik ini perlu mendapat solusi yang jelas dari berbagai pihak dan untuk semua pihak. Pasalnya, seringkali solusi yang diberikan oleh satu pihak, misalnya instansi pemerintah dan lembaga sosial tidak memikirkan bagaimana iplementasinya atau realitas mekanisme kerja yang akan diterapkan nanti pada masyarakat.

Salah satu solusi cerdas, efektif serta efisien bagi penderita obesitas adalah “Fun Camp for Obesity Child” atau “Perkemahan Ceria Untuk Anak Penderita Obesitas” dimana kegiatan ini menekankan pada penerapan pola hidup sehat yang tidak diberikan di lingkungan tempat tinggal masing-masing demi penurunuan prevalensi anak penderita obesitas, apalagi  berdasarkan hasil penelitian Badan Internasional Obeysitas Task Force (ITF) dari badan WHO yang mengurusi anak yang kegemukan, 99 % anak obesitas adalah karena faktor lingkungan. Kendati obesitas bukan merupakan penyakit menular, namun melalui lingkungan yang tidak menerapkan budaya pola hidup sehat, dapat memberi peluang besar penyebaran penyakit obesitas. Tujuan dari kegiatan ini sendiri adalah membantu para penderita obesitas untuk menurunkan berat badannya sampai dengan ideal melaui kegiatan pelatihan fisik, modifikasi diet, seta intervensi perilaku yang tentunya dikemas dengan penampilan menarik, kegiatan-kegiatan menyenangkan, serta diawasi para pelatih profesional. Selain itu, manfaat dari kegiatan ini dapat dirasakan oleh semua kalangan ekonomi. Hal ini berkorelasi dengan tujuan pemerintah serta harapan masyarakat agar kesehatan dapat merata bagi semua kalangan serta penurunan pengangguran di masa depan (karena sebagian besar lapangan pekerjaan memprioritaskan kondisi kesehatan) yang akan bermuara pada kesejahteraan rakyat.

Gaya hidup sedentari adalah dampak langsung dari gaya hidup mewah (hedonisme) dimana gaya hidup ini merupakan corak kehidupan yang dilalui tanpa atau kurang melakukan aktivitas fisik. Dalam “Fun Camp for Obesity Child” ini, semua aktivitas nonfisik diminoritaskan sehingga, 70 % kegiatan merupakan aktivitas outbond, 30 % diet ketat (meliputi pola makan), serta 20 % bimbingan konsultasi dengan para ahli (dalam hal ini relawan). Kegiatan ini terbatas untuk 45 orang anak yang dibagi menjadi tiga kelompok (misalnya: A, B, C, dengan masing-masing terdiri dari 15 peserta, dimana dalam satu lahan disediakan lima tenda dengan kapasitas 3 orang. Parameter usia anak yang boleh mengikuti kegiatan ini adalah 5-12 tahun dengan berat badan 70-120 kg (hal ini dimaksudkan untuk menjaga kemampuan fisik para penderita obesitas dalam menjalankan serangkaian kegiatan). Sementara parameter waktunya selama 5 jam (agar tidak mengganggu waktu belajar) dan dilaksanakan setiap hari secara berselang-seling, jadi setiap anak mendapat kesempatan tiga kali dalam seminggu.

 

 

Rencana Jadwal Pelaksanaan “Fun Camp for Obesity Child”

07.00-12.00

11.00-15.00

12.00-17.00

15.00-20.00

Senin

A

Selasa

B

Rabu

A

C

Kamis

B

Jum’at

C

Sabtu

B

Minggu

C

A

Catatan:

A, B, dan C merupakan kelompok-kelompok peserta “Fun Camp for Obesity Child” yang masing-masing kelompok terdiri dari 15 peserta.

 

 

Rancangan Denah Fun Camp for Obesity Child”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TENDA

I

 

TENDA

IV

 

 

TENDA

II

 

 

TENDA

III

 

 

TENDA

V

 

 

ARENA BERMAIN

 

ARENA BERMAIN

 

 

TOILET

RUANG MAKAN

ARENA BERMAIN

 

BIMBINGAN

KONSULTASI

P

I

N

T

U

M

A

S

U

K

 

JOGGING TRACK

DAPUR

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Adapun mekanisme kerja yang akan diimplementasikan, sebagai berikut:

1.    Pelatihan Fisik (Easy Walking dan Games)

Latihan fisik dimaksudkan untuk mengurangi gaya hidup sedentari dan meningkatkan penggunaan energi untuk mengeluarkan kalori., meningkatkan masa muskuler, dan membantu mengkontrol berat badan. Pada 1 jam pertama, selama 30 menit, peserta diajak melakukan easy walking. Dimana, pada 12 menit pertama peserta memulai jalan santai dan semakin mendekati akhir menit ke 12 lebih dipercepat sehingga pada akhir menit ke 12 sudah mendekati denyut nadi maksimal. Selama 6 menit kemudian, jalan dengan kecepatan lebih tinggi dengan catatan tetap memonitor heart rate karena tidak boleh melebihi denyut nadi maksimal individu. Jika memungkinkan buat patok sepanjang jalan yang dilalui sehingga setiap kali dapat dilihat berapa jauh jarak berjalan (terutama di dalam 6 menit zona erobik). Dengan berjalannya waktu dan meningkatnya kualitas erobik tanpa terasa jarak tempuh dalam 6 menit dalam zona erobik akan bertambah. Latihan ini tidak berpatok pada jarak tapi pada waktu. Ketika tubuh semakin tinggi kemampuan erobiknya peserta lebih mampu menempuh jarak yang lebih panjang dalam zona erobiknya. 12 menit terakhir mulai perlahan menurunkan kecepatan jalan sambil menjaga denyut nadi di bawah denyut maksimal. Dan akhiri jalan kaki dengan kecepatan yang sudah kembali ke semula. Dan 30 menit kemudian, peserta diijinkan untuk beristirahat diselingi hiburan dari panitia (misalnya senam ceria). Pada jam ke-2 dan ke-3, peserta diajak untuk bermain games (tarik tambang, flying fox, atau variasi games lainnya).

2.    Modifikasi Diet (Diet Traffic Light)

Dalam “Fun Camp for Obesity Child” ini, peserta tidak akan menemukan jenis makanan junk food, seperti hamburger, pizza, dan lain-lain yang notabene mengandung lemak trans (lebih berbahaya daripada lemak jenuh). Kendati demikian, makanan yang mengandung lemak tinggi (kacang, mentega, susu), tidak dihentikan sepenuhnya namun ditekan seminimal mungkin, ini karena kebiasaan tersebut tidak mungkin dihentikan 100 % dalam rentang waktu yang singkat. Prinsipnya adalah hanya dengan mengeliminasi makanan kecil, mengurangi makanan mengandung tinggi gula/lemak atau minuman-minuman manis (minuman bersoda) dapat menghasilkan penurunan berat badan. Cara pengaturan makanan yang ditawarkan “Fun Camp for Obesity Child” adalah dengan cara diet traffic light, dimana makanan dibagi dalam kelompok seperti warna traffic light.

Makanan Merah (10 %)

Makanan Kuning (20 %)

Makanan Hijau (70 %)

Makanan yang tidak boleh dimakan atau boleh dimakan hanya seminggu sekali, meliputi: makanan tinggi lemak, kacang-kacangan, margarin, cokelat, kembang gula, makanan digoreng, alami. Makanan yang boleh dimakan dengan hati-hati (makanan rendah lemak sampai medium, seperti: roti/pasta dari padi-padian, taoge, gandum, ubi rambat) Makanan yang dapat dimakan dalam jumlah tanpa batas, sebagai contoh makanan non fat/low fat adalah: ikan, sebagian besar buah-buahan dan sayur-sayuran, susu rendah/bebas lemak, keju bebas lemak.

Diet dengan cara mengurangi konsumsi makanan dalam kelompok ”makanan merah” menunjukkan keberhasilan bila dikombinasikan dengan komponen perubahan perilaku dan aktifitas fisik. Diet tersebut sama dengan diet rendah lemak jenuh, gula dan garam, serta makan banyak sayuran dan buah. Target penurunan berat badan adalah 0,5 kg per minggu dengan asupan kalori berkisar 200-500 kalori per hari.

3.    Perubahan Perilaku

Intervensi perilaku merupakan komponen yang paling penting dalam penanganan obesitas. Program perubahan perilaku bukan merupakan program yang mudah untuk diterapkan; dalam penerapannya sangat diperlukan keterlibatan orang tua secara intensif. Program perilaku mempunyai tiga komponen, yaitu: 1) mengkontrol lingkungan, 2) monitoring diri sendiri, 3) membuat perjanjian yang realistik. Dalam “Fun Camp for Obesity Child” ini, peserta dibiasakan untuk tidak menyentuh hal yang berbau praktis (fast food, TV, atau alat elektronik yang serba otomatis). Dalam bimbingan konsultasi yang disediakan, anak diberitahu untuk meregulasi perilakunya, seperti mengurangi kebiasaan “ngemil” di depan televisi/game, mengurangi waktu untuk menonton televisi/memainkan game, mengurangi jajan di sekolah, dan sebagainya. Menonton TV/game sebaiknya < 2 jam perhari, membiasakan anak untuk tidak minum manis (larutan gula dalam minuman), membiasakan anak melakukan aktifitas fisik merupakan contoh target perilaku yang realistik yang dapat diterapkan oleh anak dengan obesitas dan keluarganya, baik selama perkemahan maupun di rumah masing-masing.

Obesitas pada anak merupakan awal dari obesitas pada dewasa dengan segala dampak buruknya. Prevalensinya cenderung meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup. Penanganan obesitas harus dilakukan sejak dini, dan dilakuan secara komprehensif. Perlu diketahui, bahwa berdasarkan hasil penelitian Badan Internasional Obeysitas Task Force (ITF) dari badan WHO yang mengurusi anak yang kegemukan, 99 persen anak obesitas karena faktor lingkungan, sedangkan yang dianggap genetik biasanya bukan genetik tetapi akibat faktor lingkungan, jadi yang perlu ditanamkan adalah pola hidup sehat di lingkungan masing-masing. Beranjak dari hal tersebut, maka solusi yang ditawarkan “Fun Camp for Obesity Child” sangat efektif bagi seluruh anak penderita obesitas, karena seluruh rangkaian kegiatannya seperti pelatihan fisik, modifikasi diet, serta perubahan perilaku ditujukan untuk mengeliminasi dampak buruk lingkungan yang mengadopsi gaya hidup sedentari (kurang aktivitas). Penanganan kasus obesitas pada anak dengan cara modifikasi diet, aktifitas fisik dan perubahan perilaku harus dilakukan secara simultan. Pemberian modifikasi diet pada penangananan anak dengan obesitas adalah dengan menerapkan gizi seimbang untuk pencapaian tumbuh kembang. Dalam menangani anak dengan dengan obesitas diperlukan keterlibatan keluarga secara aktif, serta peran serta masyarakat sekitar serta pemerintah sebagai penatalaksana program penurunan prevalensi anak dengan obesitas di Indonesia untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut melalui lingkungan.

 

 

 

Daftar Pustaka

http://www.litbang.depkes.go.id/aktual/anak/obesitas260906.htm

http://www.infobunda.com/pages/articles/artikelshow.php?id=118&catid=7

http://www.ekahospital.com

http://www.news-medical.net/health/Obesity-What-Can-be-Done-     %28Indonesian%29.aspx

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: